Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Ada seorang dari suku Quraisy yang menceritakan, bahwa muhammad bin Al-Munkadir yang berasal dari suku Taim bin Murrah pergi haji
Muhammad adalah sosok yang dermawan, dia memberikan seluruh hartannya, sehingga hanya tersisa satu potong pakaian.
dia berangkat haji bersama para sahabatnya, ketika tiba di Ar-Rauha, salah seorang wakilnya datang menemuinya dan berkata,
"kita tidak memiliki bekal yang cukup, dan yang masih tersisa hanyalah satu dirham". Muhammad lalu menegaskan suara talbiahnya.
dia bertalbiah yang juga diikuti oleh para sahabatnya. orang-orang di sekelilingnya pun ikut-ikutan bertalbiyah.
sementara itu, Muhammad bin Al-Munkadir masuk ke dalam air. wakil Muhammad bin Al-Munkadir sedang berada di dalam air, lihat kalian semua
mereka semua lalu melihat dan menjumpai Muhammad bi Al-Munkadir sedang berada di air. mereka berseru, "dia berada di air"
wakilnya berkata,"aku yakin bahwa dia sama sekali tidak punya harta selain satu dirham."Akhirnya, orang-orang merayakan kepada
Muhammad bin Al-Munkadir sejumlah empat ribu dirham.
Rep: Kisah Islami
Editor: Admin Pendidikan Gratis...
Abu Hurairah Radyiyallahu Anhu meriwayatkan bahwasanya dia mendengan Rasulullah saw, bersabda,”ada tiga orang dari bani israil, yaitu orang yang Belang, Botak, Buta.
Allah berkehendak untuk menguji mereka bertiga, kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk mendatangi orang yang Belang, Malaikat itu lalu berkata kepadanya.’apa yang paling engkau inginkan?’ orang belang itu berkata, ‘aku ingin warna yang bagus, kulit yang indah dan semoga dihilangkan dari sesuatu yang orang lain merasa jijik kepadaku. "Malaikat lalu mengusap orang itu dan sekitika cacatnya hilang, serta warna kulitnya berubah jadi indah, kemudian malaikat bertanya lagi harta apakah yang menyenangkan hatimu ? si Belang menjawab “Unta”. Lalu malaikat tersebut memberinya unta yang sedang hamil. Kemudian malaikat berkata kepadanya “semogah Allah memberkatimu atas apa yang engkau miliki.”
Selanjudnya, malaikat tersebut mendatangi orang yang botak dan bertanya kepadanya, apa yang engkau inginkan? Orang botak itu berkata rambut yang indah dan semoga dihilangkan dari sesuatu yang orang merasa jijik kepadaku, malaikat itu mengusapnya dan seketika itu cacatnya hilang, kemudian si botak memiliki rambut yang indah, malaikat itu lalu bertanya kepadanya, harta apa yang menarik hatimu? si botak menjawab “sapi”. Malaikat lalu memberinya sapi yang sedang hamil seraya berkata, semoga Allah memberikan berkah kepadamu atas apa yang enkau miliki,
Selanjudnya malaikat datang mendatangi orang yang buta. Malaikat bertanya kepadanya, apa yang engkau inginkan? si buta berkata “ semoga Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku bisa melihat orang-orang. malaikat lalu mengusapnya seketikah itu Allah mengembalikan penglihatanya. Malaikat itu lantas berkata kepadanya, harta apa yang menarik hatimu? si buta menjawab “kambing”, malaikat lalu memberinya kambing yang sedang hamil.
Akhirnya apa yang dimiliki kedua orang tersebut mengeluarkan anak, demikian juga apa yang dimiliki orang buta, akhirnya dari ketiga orang itu si Belang memiliki untah sebanyak satu lembah;si Botak memiliki sapi yang memenuhi satu lembah, dan si Buta memiliki kambing sebanyak satu lembah,
Kemudian Malaikat dalam bentuk dan keadaan (yang berbeda) mendatangi orang yang dulunya belang. Dia malaikat berkata, aku orang yang malang, aku telah kehabisan bekal dalam perjalananku ini, dan tidak ada yang bisa menyampaikan aku kepada tujuanku salain Allah dan engkau, aku memintamu atas Dzat yang telah memberimu warna yang bagus, kulit yang indah, harta, dan unta, supaya aku bisa meneruskan perjalananku
Orang yang dahulunya belang itu berkata, urusan aku sangat banyak (sehingga aku tidak bisa memberimu apa-apa) spontan malaikat mengingatkan si Belang lalu berkata Sepertinya aku perna mengenalmu, bukankah engkau adalah orang yang dulunya berpenyakit belang dan orang-orang jijik padamu? Bukankah dulu orang miskin, lalu Allah memberimi (rezeki)”
Si Belang malah mengelah dan berkata “sungguh harta ini warisan dari leluhur-leluhurku," malaikat yang dalam penyamaranya tersebut berkata jika engkau berdusta, semoga Allah menjadikanmu seperti engkau yang dahulu,
kemudian malaikat tersebut dalam bentuk dan kondisi yang sama mendatangi orang yang dulunya botak dan mengatakan apa yang dikatakannya kepada orang yang dulunya belang, orang yang botak juga memberikan jawaban yang sama sebagai mana jawaban yang diberikan oleh orang yang belang. Malaikat lalu berkata jika engkau berdusta maka moga-moga Allah menjadikanmu seperti engkau yang dulu.
Setelah itu malaikat dalam bentuk dan kondisi yang sama mendatangi orang yang buta, malaikat tersebut berkata aku orang yang malang aku kehabisan bekal dalam perjalananku ini, dan tidak ada yang bisa menyampaikan aku kapada tujuanku selain Allah dan engkau, aku memintamu atas nama Allah Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu dan membarikan kepadamu kambing, supaya aku bisa meneruskan perjalananku bantulah aku," orang yang dulunya buta menjawab sesungguhnya aku dulunya orang yang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambillah apa yang engkau kehendaki dan tinggalkan apa yang engkau kehendaki, demi Allah aku tidak ingin membuatmu susah atas apa yang telah aku dapatkan dari Allah Azza wa Jallah.
Malaikat yang dalam penyamarannya tersebut berkata, ambil kembali uangmu, sesungguhnya aku hanya mengujimu, sungguh Allah telah ridha kepada engkau dan dia murka kepada dua temanmu(orang yang dulunya belang dan botak).
Rep: Kisah Islami
Editor: Admin Pendidikan Gratis...
Allah berkehendak untuk menguji mereka bertiga, kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk mendatangi orang yang Belang, Malaikat itu lalu berkata kepadanya.’apa yang paling engkau inginkan?’ orang belang itu berkata, ‘aku ingin warna yang bagus, kulit yang indah dan semoga dihilangkan dari sesuatu yang orang lain merasa jijik kepadaku. "Malaikat lalu mengusap orang itu dan sekitika cacatnya hilang, serta warna kulitnya berubah jadi indah, kemudian malaikat bertanya lagi harta apakah yang menyenangkan hatimu ? si Belang menjawab “Unta”. Lalu malaikat tersebut memberinya unta yang sedang hamil. Kemudian malaikat berkata kepadanya “semogah Allah memberkatimu atas apa yang engkau miliki.”
Selanjudnya, malaikat tersebut mendatangi orang yang botak dan bertanya kepadanya, apa yang engkau inginkan? Orang botak itu berkata rambut yang indah dan semoga dihilangkan dari sesuatu yang orang merasa jijik kepadaku, malaikat itu mengusapnya dan seketika itu cacatnya hilang, kemudian si botak memiliki rambut yang indah, malaikat itu lalu bertanya kepadanya, harta apa yang menarik hatimu? si botak menjawab “sapi”. Malaikat lalu memberinya sapi yang sedang hamil seraya berkata, semoga Allah memberikan berkah kepadamu atas apa yang enkau miliki,
Selanjudnya malaikat datang mendatangi orang yang buta. Malaikat bertanya kepadanya, apa yang engkau inginkan? si buta berkata “ semoga Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku bisa melihat orang-orang. malaikat lalu mengusapnya seketikah itu Allah mengembalikan penglihatanya. Malaikat itu lantas berkata kepadanya, harta apa yang menarik hatimu? si buta menjawab “kambing”, malaikat lalu memberinya kambing yang sedang hamil.
Akhirnya apa yang dimiliki kedua orang tersebut mengeluarkan anak, demikian juga apa yang dimiliki orang buta, akhirnya dari ketiga orang itu si Belang memiliki untah sebanyak satu lembah;si Botak memiliki sapi yang memenuhi satu lembah, dan si Buta memiliki kambing sebanyak satu lembah,
Kemudian Malaikat dalam bentuk dan keadaan (yang berbeda) mendatangi orang yang dulunya belang. Dia malaikat berkata, aku orang yang malang, aku telah kehabisan bekal dalam perjalananku ini, dan tidak ada yang bisa menyampaikan aku kepada tujuanku salain Allah dan engkau, aku memintamu atas Dzat yang telah memberimu warna yang bagus, kulit yang indah, harta, dan unta, supaya aku bisa meneruskan perjalananku
Orang yang dahulunya belang itu berkata, urusan aku sangat banyak (sehingga aku tidak bisa memberimu apa-apa) spontan malaikat mengingatkan si Belang lalu berkata Sepertinya aku perna mengenalmu, bukankah engkau adalah orang yang dulunya berpenyakit belang dan orang-orang jijik padamu? Bukankah dulu orang miskin, lalu Allah memberimi (rezeki)”
Si Belang malah mengelah dan berkata “sungguh harta ini warisan dari leluhur-leluhurku," malaikat yang dalam penyamaranya tersebut berkata jika engkau berdusta, semoga Allah menjadikanmu seperti engkau yang dahulu,
kemudian malaikat tersebut dalam bentuk dan kondisi yang sama mendatangi orang yang dulunya botak dan mengatakan apa yang dikatakannya kepada orang yang dulunya belang, orang yang botak juga memberikan jawaban yang sama sebagai mana jawaban yang diberikan oleh orang yang belang. Malaikat lalu berkata jika engkau berdusta maka moga-moga Allah menjadikanmu seperti engkau yang dulu.
Setelah itu malaikat dalam bentuk dan kondisi yang sama mendatangi orang yang buta, malaikat tersebut berkata aku orang yang malang aku kehabisan bekal dalam perjalananku ini, dan tidak ada yang bisa menyampaikan aku kapada tujuanku selain Allah dan engkau, aku memintamu atas nama Allah Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu dan membarikan kepadamu kambing, supaya aku bisa meneruskan perjalananku bantulah aku," orang yang dulunya buta menjawab sesungguhnya aku dulunya orang yang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambillah apa yang engkau kehendaki dan tinggalkan apa yang engkau kehendaki, demi Allah aku tidak ingin membuatmu susah atas apa yang telah aku dapatkan dari Allah Azza wa Jallah.
Malaikat yang dalam penyamarannya tersebut berkata, ambil kembali uangmu, sesungguhnya aku hanya mengujimu, sungguh Allah telah ridha kepada engkau dan dia murka kepada dua temanmu(orang yang dulunya belang dan botak).
Rep: Kisah Islami
Editor: Admin Pendidikan Gratis...
Kenapa harus sombong? Apa sebenarnya yang harus disombongkan? Meski cerdas dan berilmu tapi tidak sebanding kecerdasan dan keilmuannya dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Mungkin dia tampan dan gagah tapi tidak seberapa dibandingkan Nabi Yusuf. Kalaulah kaya tentu tidak sebanding dengan kayanya Nabi Sulaiman. Terus mengapa harus malas beribadah, dan beramal sholeh?
Ada kisah seorang pengajar di Surabaya, dia masih muda, gagah, cerdas dan kaya. Kehadirannya selalu ditunggu, keberadaannya membuat semangat orang lain dan menjadi idola bagi kaum hawa. Namun semuanya justru mulai menumbuhkan rasa lebih baik dibandingkan orang lain dan lama kelamaan menjadi sombong.
Sehingga mulai sering terlontar dari ucapannya bahwa saya gagah dan sehat karena terjaga menu makanannya yang bergizi, teratur waktu tidurnya dan rajin berolah raga. Dia bisa cerdas karena ketekunannya dalam belajar dan diskusi untuk mengasah kemampuannya.
Adapaun kekayaan yang dimiliki karena sangat hemat, tidak boros dan memplaning segala keuangannya. Ucapannya sudah menjalar terhadap sikap dan perbuatan yang sombong sehingga kepada Tuhannya saja tidak ingat.
Kemudian Allah menguji dengan sebuah penyakit. Penyakit tersebut sebenarnya tidak keren (seperti kangker, tumor, jantung) untuk diceritakan, apalagi untuk orang sekelas dia. Penyakit itu sepele yaitu bisul.
Namun letak bisul ini yang sangat strategis sehingga menjadikan penyakit ini menjadi tidak sepele lagi. Posisi tumbuhnya bisulnya di dekat lubang anus (maaf, tempat keluarnya BAB).
Pada awalnya tidak dirasa hanya ada benjolan saja, hari berikutnya mulai sakit jika hendak BAB. Hari ketiga mulai terasa “Cenut-cenut”, jangankan BAB, buang angin saja mulai terasa sakit.
Hari itu juga mulai terpikir untuk tidak lagi makan, karena makanan mengakibatkan dia harus BAB atau buang angin. Padahal dia tadi mengaku cerdas, bagaimana orang bisa bertahan hidup kalau tidak ada makanan yang terkonsumsi oleh tubuh.
Tiga hari pertama dia menyembunyikan penyakitnya karena malu apalagi harus pergi ke dokter. Namun ketika hari keempat dan tidak bisa bergerak ke mana-mana, teman-temannya mengangkat ke RS. Di sanalah teman-temannya mulai mengetahui penyakitnya.
Menurut dokter, penyakit ini perlu operasi, sebenarnya operasi ringan saja tapi tidak bisa langsung hari ini,“menunggu matangnya” kata dokter. “Mungkin juga karena bau anusnya juga tidak tahan dokternya” kata temannya.
Operasi kecil dan sederhana tapi ternyata memerlukan waktu yang sangat lama dan berhari-hari. Setelah dioperasi ternyata, dia mengalami depresi atau turun mental sehingga harus dirawat di bagian syaraf dan rajin ke psikister.
Akhirnya tubuh gagah yang dibanggakan menjadi menjadi kurus kering, otak cerdas yang disebut-sebut menjadi sedikit eror, harta yang dikumpulkan habis untuk operasi dan biaya perawatannya. Kesombongan bisa runtuh hanya dengan penyakit bisul. Mari berbagi untuk saudara dengan tidak menyombongkan apa yang kita miliki karena semua berakhir.
Ada kisah seorang pengajar di Surabaya, dia masih muda, gagah, cerdas dan kaya. Kehadirannya selalu ditunggu, keberadaannya membuat semangat orang lain dan menjadi idola bagi kaum hawa. Namun semuanya justru mulai menumbuhkan rasa lebih baik dibandingkan orang lain dan lama kelamaan menjadi sombong.
Sehingga mulai sering terlontar dari ucapannya bahwa saya gagah dan sehat karena terjaga menu makanannya yang bergizi, teratur waktu tidurnya dan rajin berolah raga. Dia bisa cerdas karena ketekunannya dalam belajar dan diskusi untuk mengasah kemampuannya.
Adapaun kekayaan yang dimiliki karena sangat hemat, tidak boros dan memplaning segala keuangannya. Ucapannya sudah menjalar terhadap sikap dan perbuatan yang sombong sehingga kepada Tuhannya saja tidak ingat.
Kemudian Allah menguji dengan sebuah penyakit. Penyakit tersebut sebenarnya tidak keren (seperti kangker, tumor, jantung) untuk diceritakan, apalagi untuk orang sekelas dia. Penyakit itu sepele yaitu bisul.
Namun letak bisul ini yang sangat strategis sehingga menjadikan penyakit ini menjadi tidak sepele lagi. Posisi tumbuhnya bisulnya di dekat lubang anus (maaf, tempat keluarnya BAB).
Pada awalnya tidak dirasa hanya ada benjolan saja, hari berikutnya mulai sakit jika hendak BAB. Hari ketiga mulai terasa “Cenut-cenut”, jangankan BAB, buang angin saja mulai terasa sakit.
Hari itu juga mulai terpikir untuk tidak lagi makan, karena makanan mengakibatkan dia harus BAB atau buang angin. Padahal dia tadi mengaku cerdas, bagaimana orang bisa bertahan hidup kalau tidak ada makanan yang terkonsumsi oleh tubuh.
Tiga hari pertama dia menyembunyikan penyakitnya karena malu apalagi harus pergi ke dokter. Namun ketika hari keempat dan tidak bisa bergerak ke mana-mana, teman-temannya mengangkat ke RS. Di sanalah teman-temannya mulai mengetahui penyakitnya.
Menurut dokter, penyakit ini perlu operasi, sebenarnya operasi ringan saja tapi tidak bisa langsung hari ini,“menunggu matangnya” kata dokter. “Mungkin juga karena bau anusnya juga tidak tahan dokternya” kata temannya.
Operasi kecil dan sederhana tapi ternyata memerlukan waktu yang sangat lama dan berhari-hari. Setelah dioperasi ternyata, dia mengalami depresi atau turun mental sehingga harus dirawat di bagian syaraf dan rajin ke psikister.
Akhirnya tubuh gagah yang dibanggakan menjadi menjadi kurus kering, otak cerdas yang disebut-sebut menjadi sedikit eror, harta yang dikumpulkan habis untuk operasi dan biaya perawatannya. Kesombongan bisa runtuh hanya dengan penyakit bisul. Mari berbagi untuk saudara dengan tidak menyombongkan apa yang kita miliki karena semua berakhir.




































